• Pondok Pesantren
  • Tahfidz Darul Hikam
  • Office Phone 0321382951
  • Email info@darulhikam.org
  • Address Mojokerto, Jawa Timur

Nilai-Nilai Kepesantrenan


Kehidupan Santri Darul Hikam

Agar tidak salah paham dan kecewa setelah mondok di Darul Hikam, terlebih dahulu santri dan wali santri harus benar-benar kenal dengan Darul Hikam. Apa itu Darul Hikam? Siapa yang punya? Amanah dari Siapa? Apa isinya? Golongan, organisasi, dan apa partainya? Hendak ke mana bahtera Darul Hikam membawa penumpangnya? Bagaimana cara hidup di dalamnya? Apa yang harus diambil manfaat darinya? Apa yang dicari dan apa pula harapan yang diinginkan? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting agar jangan sampai santri dan wali santri salah alamat, salah niat, salah tujuan sehingga salah paham dan tidak puas di tengah perjalanan yang berujung dengan kegagalan. Pengenalan terhadap Darul Hikam secara utuh sangat penting agar santri dan wali santri tidak hanya memandang dari salah satu sudut sehingga yang kelihatan hanya kelemahan atau kelebihannya. Nama Darul Hikam dipilih oleh pendirinya mempunyai harapan agar pondok ini menjadi pusat hikmah dan kebijaksanaan yang datang dari mana saja. Secara bahasa, Darul Hikam bermakna “Rumah Pelbagai Kebijaksanaan” dimaksudkan untuk mendidik santri dengan cara hikmah dan bijaksana agar menjadi generasi yang ahlul hikmah dan sesuai dengan zaman. Ini sudah dijelaskan di dalam Motto, Visi dan Misi Darul Hikam. Semua yang ada di Darul Hikam adalah ‘harta
wakaf milik Allah’ untuk dimanfaatkan umat Islam, khususnya para santri, bukan milik individu atau kyainya, melainkan di bawah akta Yayasan Qurratuna el-Mazaya el-Islamy (2010) yang biasa disingkat QMI. Karena itu, semua wajib menjaga dan memelihara dengan baik. Jika merusak harta wakaf, wajib memperbaiki atau menggantinya. Ada orang yang salah sangka bahwa bangunan dan gedung-gedung di Darul Hikam yang bertingkat-tingkat dan kelihatan megah itu pastimahal bayarannya. Hendaknya maklum, bayaran atau SPP siswa/santri itu pun hanya cukup untuk biaya makan, operasional dan kegiatan santri, serta sedikit membantu untuk memberi bisyarah (gaji) guru dan staf yang selama ini ditanggung yayasan. Darul Hikam adalah pondok dan sekolah unggulan yang sangat padat aktivitas dan semuanya memerlukan biaya. Bahkan, para santri yang khidmat itu berkorban dan berjuang karena Allah SWT, tidak mendapat bayaran, mereka hanya mengabdi untuk memajukan dan menegakkan Tarbiyah Islamiyah di Darul Hikam. Ada prasangka sebagian pihak yang melihat
dengan kacamatanya sendiri bahwa Darul Hikam dijadikan alat untuk mencari keuntungan materibagi pimpinan-pimpinannya. Dinasihatkan orang seperti ini supaya membaca “Sejarah Kelahiran Pesantren Darul Hikam”. Sesungguhnya Darul Hikam adalah tempat tafaqquh fid din, tempat beribadah, tempat bermujahadah, tempat berkhidmat, tempat berjuang, tempat berjihad dari sejak dirintis sampai selama-lamanya. Ini
telah dituangkan dan dijamin dalam akta Yayasan QMI. Selanjutnya, Darul Hikam didirikan atas amanah Islam yaitu kewajiban berdakwah amar makruf dan nahi munkar bagi setiap muslim dan atas wasiat Masyayikh Muassis (para guru dan leluhur Pendiri Darul Hikam), baik secara langsung maupun melalui mimpi. Dengan demikian, Darul Hikam bukan milik atau di bawah golongan tertentu, tidak didirikan dan
diurus oleh organisasi Islam tertentu, seperti NU, Muhammadiyah, Persis atau Partai Politik tertentu. Karena itu, Darul Hikam adalah pondok
pesantren bagi seluruh umat Islam. Guru dan santrinya berasal dari berbagai kalangan, seperti NU, Muhammadiyah, dan bahkan dari Luar
Negeri—Singapura dan Filipina. Dengan sikap independensi dan kemandirian Darul Hikam itu, Pondok Darul Hikam tidak bersedia menerima segala macam tawaran bantuan dalam bentuk apapun dari pihak manamana, termasuk dari pemerintah, sekiranya disertai dengan pamrih tertentu. Sangat benarlah prinsip Pimpinan Darul Hikam ini yang seringmenyatakan, Darul Hikam dengan lapang dada
menerima apapun bentuk bantuan dari pihak manapun dengan syarat tanpa syarat. Sebaliknya, hendaknya kedua pihak saling memberi dan
menerima bantuan hanya atas dasar lillahi ta’ala demi li i’laai kalimatillah hiyal ‘ulya. Untuk mengetahui arah tujuan Darul Hikam, hendaknya dipahami dari motto, visi, misi dan sistem pendidikannya. Setiap Santri dan wali santri harus mempelajari, memahami, meneliti dan menghayati Visi Misi Darul Hikam tersebut agar tidak kehilangan arah dan lebih meyakinkan dan menguatkan hatinya untuk sama-sama
menumpang bahtera Darul Hikam.