Hikmah Diturunkan Al Quran Berangsur-angsur

Al Quran tidak diturunkan sekaligus 30 Juz kepada Nabi Muhammad, SAW. Namun berangsur-angsur dalam durasi 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Tepatnya sejak 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, sampai dengan 9 Dzulhijjah bertepatan dengan Haji Wada’ pada tahun ke-63 dari kelahiran nabi.

Adapun hikmah diturunkannya Al Quran secara berangsur-angsur di antaranya adalah, memantapkan hati Nabi ketika menyampaikan dakwah.

Hal ini karena seringkali ada yang menentang isi dakwah nabi. Dengan hadirnya ayat-ayat Al Quran maka seperti nasehat yang memperkuat hati Nabi Muhammad SAW.

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). (QS. al-Furqan [25]:32).

Hikmah kedua adalah melemahkan para penentang al-Qur’an. Nabi kerapkali berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan sulit yang dilontarkan orang-orang musyrik dengan tujuan melemahkan Nabi.

Oleh sebab itu, turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu, bahkan menentang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan al-Qur’an. Dan ketika mereka tidak mampu memenuhi tantangan itu, hal itu sekaligus merupakan salah satu mu`jizat al-Qur’an.

Hikmah berikutnya adalah memudahkan untuk dihapal dan difahami. Al-Qur’an pertama kali turun di tengah-tengah masyarakat Arab yang ummi, yakni yang tidak memiliki pengetahuan tentang bacaan dan tulisan.

Maka, turunnya wahyu secara berangsur-angsur memudahkan mereka untuk memahami dan menghapalkannya. Oleh sebab itu bagi yang ingin menghafalkannya, maka jangan buru-buru seperti turunnya Al Quran yang bertahap.

Yang terakhir adalah membuktikan dengan pasti bahwa al-Qur’an turun dari Allah Yang Maha Bijaksana.

Walaupun al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari, tetapi secara keseluruhan, terdapat keserasian di antara satu bagian dengan bagian al-Qur’an lainnya. Jika bukan dari Allah, maka tidak mungkin hal ini bisa terlaksana.

Diolah dari uinsgd.ac.id

Leave a Comment