Kenapa Murajaah Santri Tahfidz Terus Bertambah?

Di Pondok Pesantren Darul Hikam Mojokerto setiap santri memiliki program tahfidz Quran. Namun demikian ada satu aspek penting yang mungkin berbeda dengan Lembaga Pendidikan lainnya, yaitu porsi murajaah hafalan.

Murajaah berarti mengulang hafalan-hafalan yang sebelumnya, atau yang sudah dihafal. Setiap santri akan mengalami porsi yang berbeda-beda sesuai jumlah hafalan. Tujuannya agar hafalan yang sebelumnya tidaklah hilang.

Nah yang perlu diperhatikan adalah seiring bertambahnya hafalan Al Quran, maka akan semakin bertambah pula porsi murajaah santri di pesantren Darul Hikam.

Sehingga ketika sudah berada di atas juz dua puluh, santri di Darul Hikam justru lebih banyak murajaah daripada porsi menghafal. Karena memang menjaga hafalan lebih sulit dari menghafal itu sendiri.

Seperti dalam hadist dari Abu Musa ra, Nabi SAW bersabda, “Jaga oleh kamu sekalian Al Quran ini. Demi dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh Al Quran itu lebih cepat terlepasnya daripada unta yang bisa terlepas dari tali ikatannya” (HR. Bukhari Muslim)

Dari murajaah yang terencana inilah akan tercipta hafalan yang benar-benar melekat, atau biasanya disebut dengan istilah mutqin. Tidak sekadar hafal sekali kemudian tidak diulang lagi.

Bahkan meski sudah khatam pun santri tetap dianjurkan untuk mengulang, murajaah hafalannya sepanjang hidupnya agar Al Quran tersebut tidak terlepas dari hafalannya.

Leave a Comment